Kamis, 11 Oktober 2012

Profil Negara Eritrea



Hagere Ertra
دولة إرتريا
Dawlat Iritrīya
Bendera
Motto
Lagu kebangsaanErtra, Ertra, Ertra
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Asmara
Bahasa resmi Tigrigna, Arab, Inggris
Pemerintahan Pemerintahan sementara
 -  Presiden Isaias Afewerki
Kemerdekaan
 -   - Hasil referendum
 - Resmi
Dari Ethiopia
29 Mei 1991
24 Mei 1993 
Luas
 -  Total 121.320 km2 (97)
 -  Air (%) dapat dihiraukan
Penduduk
 -  Perkiraan 2005 4.561.599 (115)
 -  Sensus 2002 4.298.269 
 -  Kepadatan 37/km2 (135)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
 -  Total US$4,11 miliar (158)
 -  Per kapita US$909 (177)
Mata uang Nakfa (ERN)
Zona waktu (UTC+3)
 -  Musim panas (DST)  (UTC+3)
Ranah Internet .er
Kode telepon 291
Eritrea (Ge'ez ኤርትራ ʾĒrtrā) adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur laut Afrika. Eritrea berbatasan dengan Sudan di sebelah barat, Ethiopia di selatan, dan Djibouti di tenggara. Laut Merah di sebelah timur Eritrea memisahkan negara itu dengan kawasan Timur Tengah. Bagian timur dan timur laut negara ini mempunyai garis pinggir laut yang panjang yang menghadap Laut Merah, betul-betul berhadapan dengan Arab Saudi dan Yaman. Kepulauan Dahlak dan banyak pulau di Kepulauan Hanish merupakan sebagian Eritrea.
Namanya berasal dari kata Latin untuk Laut Merah, Mare Erythraeum, yang berasal dari kata Yunani yang berarti "merah" (ερυθρός , erythros).
Eritrea digabungkan menjadi sebuah koloni oleh Kerajaan Italia pada tanggal 1 Januari 1890.[1] Negara bangsa modern Eritrea mencapai kemerdekaan dari Ethiopia pada tanggal 24 Mei 1993 setelah berperang selama 30 tahun dari 1961 hingga 1991. Eritrea secara resmi merupakan sebuah demokrasi parlementer yang terdiri dari enam kawasan, tetapi kini berfungsi sebagai sebuah negara satu partai. Eritrea adalah sebuah negara yang banyak memiliki bahasa dan budaya dengan dua agama utama serta sembilan suku, dengan masing-masing dari mereka bertutur dalam bahasa yang berlainan. Negara ini tidak mempunyai bahasa resmi, tetapi menggunakan tiga bahasa kerja, yaitu bahasa Tigrinya, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Bahasa keempat, iaitu bahasa Italia, kadang-kadang juga digunakan untuk perdagangan. [2][3]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar