Rabu, 10 Oktober 2012

Profil Negara Republik Afrika Tengah

Republik Afrika Tengah ialah sebuah negara di pedalaman Afrika yang berbatasan dengan Chad, Sudan, Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo dan Kamerun.
Dahulu negara ini merupakan koloni Perancis bernama Ubangi-Shari, yang mencapai kemerdekaan pada 1960. Selepas tiga dasawarsa bergolak akibat pemerintahan militer silih-berganti, akhirnya pemerintahan sipil berkuasa pada 1993. Namun demikian, pemerintahan ini bertahan selama satu dekade saja. Pada Maret 2003 suatu kudeta militer yang dipimpin oleh Jenderal Francois Bozize telah menjatuhkan pemerintahan sipil pimpinan Presiden Ange-Felix Patasse dan mendirikan pemerintahan peralihan di sana.
Republic of Central Africa
République Centrafricaine
Ködörösêse tî Bêafrîka
Bendera Lambang
MottoUnité, Dignité, Travail
(bahasa Perancis: Persatuan, Kehormatan, Pekerjaan)
Lagu kebangsaanLa Renaissance
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Bangui
Bahasa resmi Perancis, Sango
Pemerintahan Republik
 -  Presiden François Bozizé Yangouvonda
 -  Perdana Menteri Faustin-Archange Touadéra
Kemerdekaan Dari Perancis 
 -  Tanggal 13 Agustus 1960 
Luas
 -  Total 622,984 km2 (42)
 -  Air (%) 0%
Penduduk
 -  Perkiraan 2010 4.560.000 (124)
 -  Kepadatan 5,8/km2 (181)
PDB (KKB) Perkiraan 2004
 -  Total $4,7 milyar (152)
 -  Per kapita 1.163 (163)
Mata uang Franc CFA (XAF)
Zona waktu (UTC+1)
Ranah Internet .cf
Kode telepon 236

Sejarah

Pada asalnya satu koloni negara Perancis, Republik Afrika Tengah merdeka pada tahun 1960. Negara baru ini dengan cepat jatuh pada pemerintahan diktator dibawah presiden pertamanya, David Dacko. Pada tahun 1966 Dacko digulingkan oleh sepupunya, Jean Bedel Bokassa yang mendirikan kerajaan militan dan menjadi diktator yang berperangai rumit. Pada tahun 1976 Bokassa mendeklarasikan dirinya sebagai maharaja dan dinobatkan dalam upacara yang serba mewah dan mahal yang dikritik oleh banyak negara lain. Dia juga kerap melanggar hak asasi manusia serta menyokong gerakan anti-Perancis. Akibatnya, pemerintahan Perancis mendukung suatu kup terhadap pemerintahannya dan pada 1979 Dacko kembali berkuasa di negara tersebut. Pemberontakan yang kedua terjadi pada 1981, dan pemerintahan demokrasi mulai berkuasa pada 1993. Namun pada 2003, suatu kudeta terjadi sekali lagi, di mana François Bozizé mengambil alih kekuasaan.

Politik

Kini negeri ini berada di bawah pemerintahan Francois Bozize. Konstitusi baru disahkan oleh pemilih dalam sebuah referendum yang diadakan pada 5 Desember 2004. Pemilu Presiden dan parlemen multipartai penuh diadakan pada Maret 2005, [1] dengan ronde kedua di bulan Mei. Bozizé dinyatakan sebagai pemenang setelah suara run-off [2].

Pembagian administratif

Republik Afrika Tengah terbagi kepada 14 prefektur (ibu kotanya di dalam kurung):
  1. Bamingui-Bangoran (Ndélé)
  2. Basse-Kotto (Mobaye)
  3. Haute-Kotto (Bria)
  4. Haut-Mbomou (Obo)
  5. Kémo (Sibut)
  6. Lobaye (Mbaïki)
  7. Mambéré-Kadéï (Berbérati)
  8. Mbomou (Bangassou)
  9. Nana-Mambéré (Bouar)
  10. Ombella-M'Poko (Bimbo)
  11. Ouaka (Bambari)
  12. Ouham (Bossangoa)
  13. Ouham-Pendé (Bozoum)
  14. Vakaga (Birao)
Ini ditambah pula dengan dua zona ekonomi atau economic prefectures (ibu kotanya di dalam kurung):
  1. Nana-Grébizi (Kaga Bandoro)
  2. Sangha-Mbaéré (Nola)

Geografi

Peta Republik Afrika Tengah
Negara ini sepenuhnya berada di pedalaman benua Afrika. Sebagian besar negeri ini datar, atau sabana plato yang berputar-putar, khususnya sekitar 500 m dpl. Di timur laut ada Bukit Fertit, dan ada perbukitan yang tersebar di bagian barat daya negeri ini. Di barat lautnya ada Yade Massif, plato bergranit dengan ketinggian 1.143 m.
Sebagian besar bagian selatan negara ini dibentuk oleh anak-anak Sungai Kongo dengan Sungai Mbomou di timur yang bergabung dengan Sunagi Uele membentuk Sungai Ubangi. Di barat, Sungai Sangha mengalir melalui bagian negeri ini. Perbatasan timurnya membentang sepanjang sisi batas air sungai Nil.
Perkiraan bagian negeri yang ditutupi hutan berkisar di pada 75%, dengan bagian terpadatnya di selatan. Hutannya amat beragam, fdan termasuk spesies Ayous, Sapelli dan Sipo yang penting secara komersial [3]. Tingkat penggundulan hutan terkini ialah 0,4% per tahun, dan penebangan liar umum. [4]
Umumnya iklim di Republik Afrika Tengah itu tropis. Wilayah utaranya ialah tempat angin harmattan, yang panas, kering, dan membawa debu. Bagian utaranya menjadi tempat desertifikasi, dan timur lautnya bergurun. Bagian lainnya mudah kebanjiran dari sungai sekelilingnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar