Jumat, 12 Oktober 2012

Profil Negara Rwanda


Repubulika y'u Rwanda
République Rwandaise
Bendera
MottoUbumwe, Umurimo, Gukunda Igihugu
"Persatuan, Kerja, Patriotisme"
Lagu kebangsaanRwanda nziza
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Kigali
Bahasa resmi Perancis, Kinyarwanda, Inggris
Pemerintahan Republik; presidensial
 -  Presiden Paul Kagame
 -  Perdana Menteri Pierre Habumuremyi
Kemerdekaan
 -   - Dari Belgia
1 Juli 1962 
Luas
 -  Total 26,338 km2 (144)
 -  Air (%) 5,3%
Penduduk
 -  Perkiraan 2010 13.058.392 (89)
 -  Sensus -
 -  Kepadatan 347/km2 (27)
PDB (KKB) Perkiraan 2003
 -  Total US$15,46 miliar (119)
 -  Per kapita US$1.268 (144)
Mata uang Franc (RWF)
Zona waktu (UTC+2)
 -  Musim panas (DST)  (UTC+2)
Ranah Internet .rw
Kode telepon 250
Republik Rwanda (Bahasa Kinyarwanda: Repubulika y'u Rwanda) adalah sebuah negara di Afrika bagian tengah yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo, Uganda, Burundi dan Tanzania. Semua wilayah Rwanda berada pada elevasi tinggi, dengan didominasi oleh pegunungan di bagian barat, Sabana di bagian timur, dan berbagai Danau tersebar di seluruh negeri. Kristen adalah agama mayoritas di Rwanda, dan bahasa utamanya adalah Bahasa Kinyarwanda. Sistem pemerintahan di Rwanda adalah Sistem presidensial. Presiden Rwanda adalah Paul Kagame dari Partai Front Patriotik Rwanda. Rwanda memiliki tingkat korupsi yang rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangganya, namun organisasi-organisasi kemanusiaan menyatakan penindasan terhadap golongan oposisi, intimidasi, dan pelarangan dalam kebabasan berpendapat. Negara ini telah diperintah oleh pemerintah administrasi hierarki yan ketat sejak masa pra-kolonial. Disana sekarang ada 5 provinsi, yang digariskan oleh batas yang digambar pada tahun 2006.

Sejarah

Para pemburu menetap menetap di wilayah ini pada Zaman Batu dan Zaman Besi, diikuti oleh Suku Bantu. Penduduk pun bersatu, pertama-tama menjadi suku-suku lalu menjadi kerajaan-kerajaan. Kerajaan Rwanda mendominasi dari masa pertengahan abad ke-18, dengan raja-raja Tutsi yang menguasai yang lain secara militer, pemusatan kekuasaan, dan kemudian mengesahkan kebijakan anti-Hutu. Jerman menjajah Rwanda pada tahun 1884, diikuti oleh Belgia, yang menginvasi pada tahun 1916 saat Perang Dunia I. Kedua negara Eropa tersebut memerintah melalui raja-raja dan mengabadikan kebijikan pro-Tutsi. Penduduk Hutu memberontak pada tahun 1959, membantai Suku Tutsi dalam jumlah besar dan akhirnya mendirikan negara bebas yang didominasi oleh Suku Hutu pada tahun 1962. Front Patriotik Rwanda yang dipimpin oleh Suku Tutsi meluncurkan Perang Saudara Rwanda pada tahun 1990, lalu diikuti oleh Pembantaian Rwanda tahun 1994, yang dimana Ekstremis Hutu membunuh sekitar 500.000 samapi 1 juta (perkiraan) Suku Tutsi dan Kaum Hutu moderat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar